Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemerintah Daerah Harus Siapkan ‘Amunisi’ Lawan Pandemi

Kamis, 20 Mei 2021 | Mei 20, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-05-20T05:16:22Z

 

Anggota Komisi VIII DPR RI Rudi Hartono Bangun dalam pertemuan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI di Deli Serdang, Sumatera Utara. Foto: Erman/nvl




Jakarta, Detakterkini.com-
Deli Serdang merupakan salah satu daerah di Sumatera Utara yang dinyatakan pemerintah pusat sebagai zona merah penyebaran Covid-19. Merespons hal tersebut, Anggota Komisi VIII DPR RI Rudi Hartono Bangun meminta, pemerintah daerah untuk terus melindungi rakyatnya dengan cara menyiapkan amunisi atau anggaran yang cukup untuk berperang melawan pandemi Covid-19.




“Pemerintah setempat harus mengisi amunisi atau keuangan itu secukupnya untuk berperang melawan pandemi ini. Kalau tidak, masyarakat di desa dan di kota ini akan banyak jadi korban,” ujar Rudi kepada Parlementaria di Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu (19/5/2021).



Dirinya melihat, banyak masyarakat yang terpapar Covid-19 yang hanya dirawat di rumah masing-masing tanpa ada penanganan dari dokter maupun tenaga medis.




“Kita harus melihat itu, apakah karena kekurangan biaya? Ataukah karena puskesmas ataupun APBD daerah itu tidak ada?” tanya politisi dapil Sumut III itu.



Senang atau tidak senang, lanjut politisi Fraksi Partai NasDem ini, para kepala daerah harus menyiapkan anggaran yang besar bagi sektor kesehatan untuk penanganan Covid-19.




Di sisi lain, Rudi menegaskan agar pemerintah daerah mengedukasi dan menyosialisasikan kepada masyarakat bahwasanya Covid-19 itu bukanlah aib dan tidak boleh diremehkan. Dimana, Rudi mendapatkan laporan bahwasanya masih ada keengganan dari masyarakat untuk melaporkan jika ada keluarganya terpapar Covid-19.





“Jika seluruh masyarakat melapor, jangan heran kalau jumlah yang terpapar Covid-19 jadi meningkat hinnga dua kali lipat. Tidak perlu mempermasalahkan data itu, yang penting kita melakukan penanganan, mengedukasi, serta sosialisasi bahwasanya Covid-19 itu bukan aib dan tidak boleh diremehkan. Bahasa-bahasa sepele ‘Covid takut sama kami’, itu yang harus dihindarkan,” pungkasnya.


×
Berita Terbaru Update