Notification

×
Copyright © Terdepan Mengabarkan Tentang Indonesia

Kuliner

Iklan

Fakta Baru Siswa SMA di Jambi Bunuh Diri, Ternyata Kondisi Sempat Tak Mampu

FEC Media
Rabu, 12 Januari 2022, Januari 12, 2022 WIB

 

Proses pemakaman jenazah siswa SMA di Tanjab Timur yang bunuh diri. Korban siswa kelas XI SMA negeri di Tanjab Timur itu gantung diri diduga karena pelajaran terlalu berat dan dirinya tidak kuat. 



Jambi,  Detakterkini.Com - Sehari setelah peristiwa siswa SMA di Jambi bunuh diri, terungkap keseharian korban di sekolah.



Peristiwa tragis siswa SMA di Tanjabtimur bunuh diri ini diketahui pada kemarin pukul 05.00.



Tadi pagi, pihak sekolah SMAN 9 Tanjab Timur angkat bicara terkait 'curhat' siswa sekolahnya tentang beratnya beban pelajaran.



Tribunjambi berbincang dengan Kepala SMAN 9 Tanjab Timur, Lubis, tempat sang anak menuntut ilmu.



Dia menuturkan kepada Tribunjambi.com turut berduka cita atas meninggalnya satu di antara siswanya, Kamis (12/12). Dikutip TRIBUNJAMBI.COM



Malam sebelum melakukan tindakan tragis itu, siswa yang merupakan warga Desa Teluk Majelis, Kecamatan Kuala Jambi, Kabupaten Tanjabtim curhat ke sang ibu.



Sang siswa tidak meninggalkan pesan ataupun wasiat, hanya saat malam sebelum kejadian sempat curhat.



"Ia, RR sendiri merupakan siswa baru di SMAN 9 ini, lebih kurang baru berjalan dua minggu."



Tapi memang selama dua minggu tersebut hanya pada minggu pertama dirinya aktif sekolah jelang minggu kedua dirinya kerap absen," ujar pria yang biasa disapa Pak Lubis.



Terkait hal tersebut, pihak sekolah tidak tinggal diam terkait hal.



Pihaknya sudah menanyakan langsung kepada pihak keluarga (orang tua) almarhum, mengingat sebentar lagi akan dilaksanakan ujian.



Pihak sekolah juga tidak mungkin membiarkan hal tersebut berlarut.



Dari penjelasan orang tua almarhum, sang anak memang tidak mampu mengikuti pelajaran di tempat sekolahnya yang baru.



Pihak sekolah tetap melakukan pendekatan dan pendampingan agar almarhum tetap mau sekolah.



Pihak sekolah juga tidak mungkin membiarkan hal tersebut berlarut.



Dari penjelasan orang tua almarhum, sang anak memang tidak mampu mengikuti pelajaran di tempat sekolahnya yang baru.



Pihak sekolah tetap melakukan pendekatan dan pendampingan agar almarhum tetap mau sekolah.



"Memang sebelumnya dirinya itu pindahan dari beberapa sekolah, pesantren dan aliyah, baru ke SMA," tuturnya.



"Memang untuk dapat beradaptasi dengan pelajaran sedikit berbeda dari sekolah sebelumnya," ujar Pak Lubis.



"Setiap anak kan beda-beda. Dirinya juga terbilang baru dan belum terbiasa. Kemungkinan juga depresi dan tidak banyak yang mengetahuinya," tambahnya.



Pak Lubis mengatakan dalam kesehariannya di sekolah, pada minggu pertama sang siswa terbilang baik.



Bahkan sang anak tadi terkenal mudah bergaul dan membaur.



Kalau permasalahan sekolah, kemungkinan besar bukan karena itu penyebabnya. Mungkin masalah pribadi atau permasalahan lain," jelasnya.



Sang paman dari siswa SMA di Tanjabtim yang bunuh diri menceritakan kondisi malam sebelum kejadian.



Kepada Tribunjambi.com, sang paman yang bernama Bujang menceritakan ponakannya sempat curhat.



Ada hal yang diceritakan siswa di Tanjabtim sebelum gantung diri malam itu.



Siswa tersebut sempat curhat kepada orang tua pada malam sebelum kejadian, Rabu (11/12).



Pihak keluarga seakan masih tidak mempercayai kejadian yang dialami salah satu keluarganya tersebut.



Mengingat korban tidak menunjukan tanda-tanda yang aneh, meski dalam beberapa hari terakhir korban kerap murung dan susah tidur.



"Kalau wasiat atau pesan tidak ada tinggalkan korban. Hanya saja, beberapa hari terakhir memang almarhum sering murung dan susah tidur malam," ujar Bujang, paman korban.



Bujang mengatakan pada Rabu malam Kamis, korban pulang ke rumah sekitar pukul 11.25 WIB.





Orang tuanya sempat menawarkan makan.



"Memang malam tadi dio sempat cerito ke bapak mamaknya, kalo pelajaran di SMA terlalu berat dan dirinya merasa tidak kuat," bebernya.



Almarhum sendiri terbilang siswa baru di sekolah SMA negeri tersebut di bangku kelas XI SMA.



Sebelumnya, korban sempat belajar di pesantren dan sekolah aliyah di dekat rumahnya.



Pihak keluarga sudah merasa ikhlas akan kejadian tersebut.



Meski keluarga sangat menyayangkan melihat korban sendiri merupakan anak yang baik dan terbilang tampan.



Sementara itu, kepala desa setempat Sukardi ketika dibincangi Tribunjambi.com mengatakan sedang dalam perjalanan menuju kediaman korban.



"Ia, saya tadi pagi dikabari oleh kadus. Sekarang saya lagi menuju lokasi dari Jambi," pungkasnya.



Seorang pelajar di Tanjabtim ditemukan dalam kondisi tewas tergantung tali di teras rumah, Rabu (11/12/2019).



Peristiwa itu membuat geget warga Teluk Majelis, Kabupaten Tanjab Timur, Jambi.



Kapolsek Kuala Jambi, Ipda Mulyono, mengatakan remaja itu seorang pelajar di sebuah SMA negeri Tanjung Jabung Timur, berinisial RR.



Awalnya, Rabu sekitar pukul 05.00 WIB, warga Desa Teluk Majelis bernama Japandi yang ingin pergi kerja ke PT WKS Distrik 7.



Japandi melihat dari kejauhan ada orang yang tergantung di depan rumah korban.



Japandi langsung berteriak.



Kemudian paman korban dan istrinya datang

Setelah itu tubuh korban diturunkan


"Mendengar teriakan saksi, paman korban langsung keluar rumah dan bertanya kepada Japandi kemudian Japandi memberitahu paman korban, bahwasanya ada orang yang tergantung di depan rumah korban," beber Kapolsek.



Selanjutnya, paman korban langsung menuju rumah tersebut bersama istrinya.



Setelah sampai, mereka langsung menurunkan korban dari gantungan tali tersebut.



"Saat ditemukan, paman korban langsung menurunkan korban dibantu istrinya," katanya.



Lebih lanjut dikatakannya, dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.



Ada terlihat bekas jeratan tambang pada bagian leher korban.(Abdullah Usman / Tribunjambi.com)

Komentar

Tampilkan

  • Fakta Baru Siswa SMA di Jambi Bunuh Diri, Ternyata Kondisi Sempat Tak Mampu
  • 0

FEC MEDIA NETWORK

Topik Populer

Iklan Dalam Feed